Jemaat Jayapura Mengucapkan

Gereja KIBAID Jemaat Jayapura mengucapkan, Selamat Datang di Blog ini dan Terima Kasih atas Kunjungan Anda, Kiranya Blog ini menjadi berkat bagi Anda



Minggu, 20 Februari 2011

KEMATIAN dan KEBANGKITAN YESUS KRISTUS


Oleh: Pdt. Theopilus Maupa, S.Th
Kematian Yesus Kristus
1.   Pentingnya kematian Yesus Kristus
  a.   Kematian Kristus merupakan pokok dari banyak lambang dan nubuat dalam perjanjian lama
§  Binatang yang dikorbankan untuk pakaian Adam dan Hawa (Kej 3:21)
§  Domba jantan di bukit Moria (Kej 22:13)
§  Ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa (Bil 21:4-9)
§  Domba paskah di Mesir (Kel 12:1-28)
§  Korban-korban yang dibuat oleh orang Israel (Im 1-7)
  b.   Kematian Kristus adalah tujuan utama dari inkarnasi (Mat 10:45)
  c.   Kematian Kristus adalah pokok utama dalam kepercayaan Kristen. Kalau kematian kristus dicabut dari agama Kristen maka agama Kristen tidak ubahnya dengan agama-agama lain.
  d.   Kematian Kristus adalah tema dasariah dari Injil (I Kor 15:1-4)
  e.   Kematian Kristus mutlak bagi keselamatan kita.
§  Anak manusia harus ditinggikan , kalau manusia akan diselamatkan (Yoh 3: 14-15)
§  Biji gandum harus jatuh ke dalam tanah dan mati, kalau akan menghasilkan buah (Yoh 12:24)
§  Kristus harus mati supaya Allah dapat memebenarkan orang

2.   Makna Kematian Kristus
  a.   Sebagai penebusan yang memuaskan Allah
§  Karena merupakan korban pendamaian yang sempurna (Roma 3:25)
§  Karena membuat Allah didamaikan (I Kor 5:18)
§  Karena harga tebusan telah dibayar (Mat 20:28)
§  Karena melalui kematian-Nya, kesucian Allah dipertahankan (Roma 3:24-26)
  b.   Sebagai penebusan yang berhubungan dengan orang berdosa
§  Kesalahan manusia ditebus (Roma 8:33)
§  Pengampunan dianugerahkan kepada manusia (Ef 1:7)
§  Dosa manusia dibasuh dalam darah Anak Domba (Wah 1:5) dan sekarang tidak diingat lagi oleh Bapa (Ibr 10:17)
  c.   Sebagai penebusan yang menggenapi sistim Musa (Mat 5:17)
§  Hukum Musa menuntut suatu korban untuk dosa dan Kristus adalah korban karena dosa (Ibr 9:26)
§  Hukum Musa menuntut penumpahan darah (Ibr 9:22), darah Kristus telah ditumpahkan (Ibr 10:1:19)
§  Hukum Musa menuntut ssuatu pengganti bagi dosa (Im 1:1-4), Kristus adalah pengganti itu (I Pet 3:18)
  d.   Sebagai penebusan yang mengalahkan Iblis (Ibr 2:14)
     e.   Sebagai penebusan yang menyembuhkan (I Pet 2:24; Yes)


Kebangkitan Kristus

1.   Pentingnya kebangkitan Kristus
a.     Bagi pribadiNya
§  Jika Kristus tidak bangkit maka Ia pendusta karena Ia telah menyampaikan bahwa Ia akan bangkit (Mat 20:19)
§  Tanpa kebangkitanNya maka semua yang Dia katakana dapat menjadi hal yang diragukan.
b.     Bagi KaryaNya
Jika Kristus tidak bangkit maka Ia tidak akan hidup untuk melakukan semua pelayananNya setelah kebangkitanNya. Berarti pelayananNya akan berakhir setelah kematianNya. Kerena itu kita tidak akan mempunyai seorang Imam besar, pengantara, pembela atau kepala gereja.
c.     Bagi Injil
§  I Kor 15:3-8 Kematian dan kebangkitan Kristus adalah sangat penting. Injil didasarkan atas dua kenyataan pokok yaitu seorang penebus telah mati dan telah hidup.
§  Jika Krstus tidak bangkit maka sia-sialah pemberitaan para Rasul (I Kor 15:14)
§  Jika Kristus tidak bangkit maka para Rasul adalah saksi dusta. (I Kor 15:15)
§  Bagi orang-orang percaya (I Kor 15:14-19)
§  Jika Kristus tidak bangkit maka iman kita menjadi sia-sia.
§  Jika Kristus tidak bangkit maka kita masih ada dalam dosa.
§  Jika Kristus tidak bangkit maka binasalah orang yang mati dalam Kristus.
§  Jika Kristus tidak bangkit maka orang percaya paling malang dari segala manusia.
d.     Fakta-fakta kebangkitan Kristus
a.Adanya gereja Kristen
b.Adanya hari orang Kristen
c. Adanya buku orang Kristen
d.Adanya kubur yang kosong
e.   Adanya penampakan diri Yesus
f.   Adanya perubahan Murid

2. Hasil-Hasil Kebangkitan Kristus
a. Meyaksikan keAllahan Kristus (Roma 1:4)
b. Menyaksikan bahwa penebusan diterima baik oleh Allah (Roma 4:25)
c. Kristus mendapat tempat yang layak menjadi jurusyafaat dan pemelihara jemaat (I Tim 2:5-6)
d. Menjadi dasar bagi kuasa dan pelayanan orang percaya (Ef 1:18-20)
e. Menjamin kebangkitan orang percaya (Roma 8:11)
f. memberikan bukti bahwa akan ada penghakiman (Kis 10:42)
g. Menyediakan jalan untuk kerajaan yang akan dating (Kis 2:39)
 

Sabtu, 19 Februari 2011

Perzinahan Mertua dengan Menantu

Renungan Mingguan Jemaat Edisi 20-26 Feb. 2011
Dari Meja Gembala, Baca : Kej. 38  : 1 - 30

Observasi
1. Tuliskanlah identitasisteri Yehuda (ay 1-2)
2. Sebutkanlah anak-anak Yehuda (ay 3-5)
3. Tuliskanlah nama istri Er (ay6)
4. Apakah akibatnya bagi Er  karena ia jahat di mataTuhan (ay 7)
5. Apakah perintah Yehuda kepada Onan (ay 8)
6. Apakah yang dibuat Onan setiap kali berhubungan dengan Tamar. Mengapa ia melakukan demikian? (ay9)
7. Apa akibatnya bagi Onan tentang perbuatannya itu (ay10)
8. Tuliskanlah apa yang diperintahkan Yehuda kepada Tamar ketika Onan meninggal dan mengapa ia memerinthkan demikian (ay 11)
9. Setelah isteri Yehuda meninggal, kemanakah Yehuda dan apa tujuannya ia kesana (Ay 12)
10. Apakah yang dilakukan Tamar ketika ia mengetahui bahwa mertuanya sedang dalam perjalanan ke Timna. Mengapa ial akukan itu (ay 13-14)
11. Apakah ajakan Yehuda ketika melihat Tamar dan mengapa ia lakukan demikian (ay 15-16)
12. Apakah yang diminta Tamar sebelum memenuhi ajakan Tamar (ay 16-18)
13. Setelah Tamar berhubungan dengan Yehuda, apakah yang dilakukan Tamar?  (ay18-19)
14. Apakah yang dikirimkan Yehuda kepada Tamar dan apakah utusan itu berjumpa dengan Tamar? (ay20-23)
15. Ketika Tamar mengandung lalu disampaikan kepada Yehuda, bagaimana reaksi Yehuda dan apa perintahnya (ay24-25)
16. Namun sebelum Tamar dibakar apakah pengakuan dan barang bukti yang diperlihatkan? (ay25)
17. Bagaimana reaksi Yehuda atas pengakuan Tamar tersebut. (ay 26)
18. Tuliskanlah keadaan Tamar ketika ia mengandung dan ketika bersalin (ay 27-30)
19. Tuliskanlah anak-anak Tamar (ay27-30)


Interpretasi
1. Mengapa ketika Onan berhubungan dengan isterinya membuang maninya diluar adalah perbuatan yang jahat di mataTuhan? (ay 9-10)
2. Diskusikanlah membuang mani diluar ketikaber hubungan dengan isteri adalah salah satu bentuk KB, apakah perbuatan itu dosa atau bukan dosa.
3. Apakah yang dimaksud dengan perempuan jalang (ay 21-23)
4. Diskusikanlah dengan adanya izin bagi perempuan jalang untuk melakukan aksinya misalnya yang bertempat di Sentani Kiri.


Applikasi
1. Tuliskanlah dan bagikanlah berkat yang anda dapatkan dari renungan ini.
2. Bagi laki-laki, apakah anda pernah melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Yehuda kepada Tamar.

Kamis, 17 Februari 2011

ETIKA PERGAULAN PEMUDA KRISTEN

Oleh: Pdt. Theopilus Maupa, S.Th

Pergaulan merupakan sesuatu yang wajar terjadi dalam hidup manusia karena manusia adalah makluk sosial artinya manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia tidak dapat bahhagia dan sejahtera tanpa orang lain.  Nemun pergaulan yang membahagiakan tentunya diatur dengan pergaulan yang pantas dan wajar.  Bagi pemuda kristen pergaulan yang dibina dengan orang lain didasrkan pada Alkitab dan etika kristen, menginggat pemuda kristen adalah harapan masa depan gereja.  Allah telah menciptakan manusia sedemikian rupa dengan segala eksistensinya sehingga merupakan keharusan untuk hidup bersama dengan orang lain.

Mengingat masa depan gereja ada pada pemuda maka perlu memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan remaja dan pemuda Kristen.  Suatu kenyataan bahwa pemuda pada umumnya sering melakukan keonaran yang meresahkan masyrakat, apakh itu berkaitan dengan kenakalan remaja atau pergaulan yang tidak terkontrrol yang mengarah kepada kumpul kebo dan macam-macam perbuatan tabu.

I.                   Tahap-Tahap Pergaulan
a.      Persahabatan yang bebas tanpa ikatan.
Seseorang dapat bergaul dengan siapa saja, teman tidak dianggap sebagai objek seks.  Prinsip pergaulan ini adalah:
Ø  Kemuliaan bagi Allah (I Kor 10:31)
Ø  Demi kebaikan sesama (I Kor 10:24)
Ø  Kebaikan bagi diri sendri (I Kor 10:23
b.      Persahabatan yang istimewa
Sesuatu yang lumrah bila dua jenis manusia menjalin persahabatan yang akrab dan istimewa.  Pada persahatan ini memungkinkan kedua belah pihak dapat saling mengenal lebih jauh.  Prinsip pada pergaulan ini adalah tidak iri hati, saling menghargai, saling menghormati dan menjunjung kebebasan.
c.       Pacaran
Pasangan yang sudah saling mnegenal dan merasa cocok maka mereka membina hubungan yang lebih akrab dan hanya berlangsung di antara  mereka berdua.  Pergaulan ini mengarah kepada tujuan bersama, saling merindu dan berjalan bersama-sama. Tidak selamanya diakhiri dengan pernikahan.

Prinsip yang harus diperhatikan dalam berpacaran adalah:
Ø  tidak melangkah jauh pada kemesraan yang mengarah kepada tidak dapat mengendalikan diri.
Ø  Harus menjaga kesucian diri masing-masing.
Ø  Dapat menahan diri tidak terbuai cinta eros.
Ø  Menghindari praktek yang umum seperti: berciuman, berpelukan dan bercumbuan.
d.      Bertunangan
Bila terjadi kecocokan yang mantap, maka dapat diadakan ikatan secara resmi yang mengarah kepada pernikahan kudus.  Namun terbuka kemungkinan bahwa pertunangan yang batal disebabkan alasan yang penuh tanggungjawab. Makna pertunangan adalah:
Ø  Masa ujian untuk mengetahui pakah mereka tepat membangun suatu rumah tangga.
Ø  Masa untuk mengenal lebih jauh dan mendalam, baik secara pribadi maupun secara keluarga.
Ø  Masa saling menyesuaikan diri.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bertunangan adalah:
Ø  Pergaulan didasarkan pada Alkitab
Ø  Jangan nafsu berahi menguasai.
Ø  Belejar mengusai diri
Ø  Bergaul dengan maksud memuliakan Tuhan.
II.                Pertimbangan Memilih Jodoh.
Mencari dan mendapatkan jodoh bukanlah hal yang mudah.  Ada orang yang tampaknya mudah dapat jodoh tetapi ada juga mengalami kesulitan bahkan ada yang akhirnya tidak menikah.
Berikut beberapa pertimbangan memilih jodoh:
a.       Cinta kasih
b.      Seiman kepada Yesus Kristus
c.       Umur yang seimbang
d.      Minat yang sejalan
e.       Pendidikan yang tidak beda jauh
f.       Masa perkenalan yang cukup
g.      Dukungan orang tua dan keluarga
h.      Karakter yang dapat diterima
i.        Strata Sosial
III.             Perkawinan Di Luar Nikah
Ketidakseimbangan antara rohani, intelektual dan jasmani akan mengakibatkan penyimpangan seperti:
a.       Seks pranikah
b.      Perkawinan di usia mudah
c.       Abortus
d.      Pelecehan seks
e.       Pemerkosaan

Seks pranikah atau kehilangan keperawanan
Jika seorang wanita kehilangan keperawanannya, maka ia akan merasakan bahwa hidupnya telah hancur karena:
Ø  terbeban dengan perasan berdosa yang berkepanjangan
Ø  Terbeban dengan perasaan hilangnya harga diri.
Ø  Terbeban dengan perasaan kepercayaan diri

Hamil Di Luar Nikah
Akibat hamil di luar nikah:
Ø  Menjadi aib bagi diri dan keluarga
Ø  Cita-citanya tidak tercapai
Ø  Anak yang dikandung kehilangan status
Ø  Anak tidak memperoleh kasih sayang dari ayah
Ø  Akan menjadi beban bagi keluarga baik ekonomi maupun psikis.

Abortus
Beberapa akibat melakukan abortus:
Ø  Trauma bagi alat-alat reproduksi sebab pelepasan janin secara paksa
Ø  Semakin tua kandungan semakin berbahaya karena terjadi infeksi, pendarahan bahkan kematian.
Ø  Tindakan aborssi bertentangan dengan Alkitab dan nilai-nilai moral

Senin, 14 Februari 2011

GEREJA YANG BERTUMBUH


oleh : Pdt. Theopilus Maupa, S.Th

I.   Arti Pertumbuhan Gereja
Secara teologis, pertumbuhan gereja mencakup semua komponen dari sebuah gereja yang bertumbuh   yakni pertumbuhan kuantitatif, kualitatif dan organik.


Beberapa arti pertumbuhan gereja:
  1. Pertumbuhan gereja ialah segala sesuatu yang mencakup soal membawa orang-orang yang tidak mempunyai hubungan pribadi dengan Yesus Kristus ke dalam persekutuan dengan Dia dan membawa mereka menjadi anggota gereja yang bertanggung jawab. (C. Peter Wagner)
  2. Pertumbuhan gereja ialah kenaikan yang seimbang dalam kualitas, kuantitas dan kompleksitas organisasi gereja local. (Ron Jenson Dan Jim Stevens)
  3. Pertumbuhan gereja ialah berkurangnya penduduk Neraka dan bertambahnya penduduk Sorga.
Jika komponen pertumbuhan tidak terjadi secara seimbang maka gereja tidak dapat memperthankan kesehatannya secara baik, misalnya:
  1. Apabila pertumbuhan gereja terjadi hanya secara kuantitas, maka sebuah mutasi atau perpindahan yang tidak sehat akan berkembang dalam gereja.
  2. Apabila pertumbuhan kualitas tidak mencakup pertumbuhan kuantitas maka hasilnya gereja tidak sahat juga.
  3. Apabila pertumbuhan organisasi atau struktural diabaikan lalu fokus pada kuantitas dan kualitas maka pertumbuhan gereja akan terbatas. Orang-orang baru tidak akan diserap secara efektif ke dalam persekutuan karena kurangnya perkembangan kepemimpinan dan program-program untuk memenuhi kebutuhan mereka.
  4. Sebaliknya jika organisasi atau struktur ditekankan tanpa perhatian kepada kualitas dan kuantitas maka gereja tidak berbeda dengan kelompok sosial pada umumnya.
II.     Komponen Pertumbuhan Gereja
Ada tiga komponen pertumbuhan Gereja:
1. Pertumbuhan Kuantitatif.
Pertumbuhan Gereja secara kuantitaf atau jumlah adalah alkitabiah karena disebut dalam Alkitab             kususnya dalam kitab Kisah Para Rasul. Gereja mula-mula bertumbuh secara kuantitatif:
Ø  Jumlah jemaat pemula 120 orang. (Kis 1:15)
Ø  Bertambah menjadi 3.120 orang (Kis 2:41)
Ø  Bertambah menjadi 5.000 orang  (Kis 4:4)
Ø  Bertambah terus menjadi puluhan ribu orang percaya (Kis 6:7; 11:21; 21:20)

2. Pertumbuhan kualitatif
Dalam Kisah Para Rasul 2:42-47; 4:32-37 dijelaskan tentang gereja mula-mula yang mengalami pertumbuhan kualitatif baik dalam hubungan mereka dengan Tuhan (vertikal) maupun dalam hubungan mereka dengan sesama (horizontal). Pertumbuhan kualitatif itu nampak dalam hal:
Ø  Adanya perubahan tingkah laku dana karakter, di mana mereka hidup dalam ”ketakutan” (ayat 43), ”kesatuan” (ayat 44), dan ”kasih” (ayat 45).
Ø  Adanya ketekunan dalam pengajaran Rasul-Rasul, dalam persekutuan, dalam doa, dan dalam ibadah bersama (ayat 42,47).
Ø  Adanya pengorbanan harta benda untuk keperluan sesama dan pelayanan (ayat 45).

  1. Pertumbuhan organik
Pertumbuhan gereja secara organik dicerminkan dalam perkembangan organisasi dan struktural.  Gerreja adalah organisme yang kompleks yang harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang berbeda.  Apabila kebutuhan itu tidak terpenuhi, maka akan timbul berbagai masalah.  Akibatnya mungkin gereja akan berhenti bertumbuh secara kualitatif karenna gereja tidak mengembangkan kepemimpinan yang cakap dan cukup untuk melayani anggota jemaat. Semantara gereja bertumbuh secara kuantitatif dan kualitatif, gereja harus bertumbuh juga secara organik. Dengan demikian akan dapat mempertahankan pertumbuhanya.

Hal ini sangat jelas dalam gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul 6, bahwa ketika jumlah murid makin bertambah, maka muncullah persungutan diantara orang-orang Yahudi karena pembagian kepada janda-janda diabaikan.  Hala itu terjadi karena jumalah anggota telah mencapai ribuan orang, sedangkam yang melayani sangat kurang.  Dengan adanya masalah itu maka para Rasul mulai mengembangkan kkepemimpinan untuk melayani anggota jemaat, dengan memilih tujuh orang dari antara mereka yang penuh iman dan Roh Kudus untu melayani. Dengan demikian, Firman Allah makin tersebar dan jumalah murid bertambah banyak.  Jadi ketiga komponen ini harus terjadi seimbang dalam gereja.

Entri by, zem kibaid 2011

Minggu, 13 Februari 2011

Duduk Di Sebelah Kanan Allah

Oleh : Pdt. Theopilus Maupa, S.Th

Nas    : Ibrani 8:1; 10:12

Introduksi:
§    Kenaikan Yesus ke Sorga bukan hanya menutup suatu jangka waktu tertentu, melainkan juga membuka jangka waktu yang baru yaitu ”Akhir Zaman” atau ”Hari-hari Terakhir” (Kis 2:17), yakni Zaman yang didalamny Allah melanjutkan karyaNya didunia dengan perantaraan Roh Kudus.
§   Alkitab menjelaskan bahwa ketika Ia naik ke Sorga Ia ”Duduk Di Sebelah Kanan Allah”
§   Kata Duduk tidak berarti ”Beristirahat” atau ”tidak aktif” tetapi kata ini mempunyai kata kerja dalam bentuk Present artinya menunjukkan satu keadaan atau pekerjaan masa kini.
§   ”Duduk Di Sebelah Kanan Allah” adalah ungkapan dalam bentuk kiasan yang memberi makna yang sangat penting dan menunjukkan pekerjaan pada masa kini.

Proposisi : Beberapa Makna ”Duduk Di Sebelah Kanan Allah”

I.         Menunjukkan Kehormatan Dan Kemuliaan Kristus.
§   Dalam PL Sebelah kanan Allah adalah tempt terhormat. Duduk di sebelah kanan Allah adalah penghormatan Bapa kepada Kristus karena telah melaksanakan karya penebusan dengan sempurna (Maz 110:1).
§   Kristus duduk disebelah kanan menunjukkan bahwa Dia mulia dan terhormat bukan hina dan rendah seprti yang dipahami oleh orang Yahudi dan Orang yunani.
§   Karena Kristus Mulia dan terhormat maka wajiblah kita memuji dan menyembahNya.

II.      Menunjukkan Pekerjaan Kristus: Mendoakan Orang-orang Percaya (Ibr 5:7)
§   Duduk di sebelah kanan  menunjukkan pekerjaan Kristus sebagai Imam Besar yakni mendoakan orang-orang percaya.
§   Yesus adalah Juru Syafaat karena Ia telah merasakan dan mengalami serta mengetahui keadaan manusia seprti penderitaan, kekurangan, tantangan, pergumulan dan berbagai cobaan (Ibr 4:15)

III.   Menunujukkan kekuasaan Kristus
§   Duduk di sebelah kana menunjukkan Kristus adalah penguasa yang berkuasa atasa alam semesta dan manusia (Maz 110:1)
§   Dia adalah Raja maka kita patut tunduk terhadap apa yang Dia perintahkan

IV.    Menunjukkan Berkat Yang Melimpah (Kej 48:13-19)
§   Tangan kanan menggambarkan berkat makanya diharapkan oleh orang-orang Israel.
§   Jika Yesus duduk di sebelah kanan berarti Ia sedang mencurahkn berkat kepada kita.

Kamis, 03 Februari 2011

Berdoa dalam Nama Yesus

Oleh : Pdt. Theopilus Maupa', S.Th

Pendahuluan
Dengan memperhatikan doa-doa yang dipanjatkan oleh orang Kristen , maka terkadang kita dengar ada yang mengatakan di akhir doanya “haleluyah” lalu amin dan ada juga yang langsung katakan amin, tanpa menyebut apa-apa di akhir doanya.  Lalu apa yang kita sebut di akhir doa sebelum amin menurut Alkitab, agar kita tidak asal mengikuti apa yang sering diungkap orang lain.  Menurut yang saya teliti dari Alkitab, ungkapan yang tepat  ialah “dalam nama Yesus”.

Ayat-Ayat Pendukung
  1. Yoh 14:13-14: Dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya.
  2. Yoh 15:16: Bukan kamu yang mmemilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.
  3. Yoh 16:23: Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepadaku. Aku berkata kepadamu: sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikanNya kepadamu dalam namaKU.
  4. Kis 3:6: Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu berjalanlah!”
  5. Kis 16:18: hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada roh itu: ”Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini,” seketika itu juga keluarlah roh itu.
  6. I Kor 1:2: …………,yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
  7. I Yoh 5:14: Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.
Makna Berdoa Dalam Nama Yesus
  1. Berdoa dalam nama Yesus berarti kita berdoa dengan iman  karena objek iman kita adalah Yesus Kristus.
  2. Berdoa dengan iman berarti kita meminta dengan penuh kesadaran dan kenyakinan bahwa kita akan mendapat apa yang kita minta.
  3. Berdoa dalam nama Yesus karena Yesus telah menjadi Juru syafaat kita atau pengantara kepada Bapa yakni Ia duduk di sebelah kanan Bapa memohonkan bagi kita atas namaNya.
  4. Berdoa dalam nama Yesus karena Yesus adalah pemilik semua yang ada di Sorga. Jika Yesus mengatakan mintalah dalam namaKu berarti Yesus memberi hak dan kuasa kepada tiap orang percaya untuk memakai namaNya meminta harta yang tersimpan dalam Sorga.
  5. Berdoa dalam nama Yesus berarti kita meminta sesuatu bukan dengan nama kita atau jaza kita atau mengandalkan perbuatan baik kita tetapi hanya mengandalkan Yesus saja.
  6. Berdoa dalam nama Yesus adalah syarat agar permohonan kita dikabulkan oleh Tuhan.
  7. Berdoa dalam nama Yesus berarti kita sedang mempermuliakan Tuhan.
  8. Berdoa dalam nama Yesus karena nama itu ajaib, kudus dan unggul bahkan ketika nama itu dipakai oleh para Rasul maka terjadilah mujizat misalnya orang yang sakit dapat disembuhkan.
Kesimpulan
Janganlah kita bosan menggunakan ”dalam nama Yesus” untuk menutup doa kita atau ketika kita berdoa kepada Tuhan karena itulah yang telah diperintahkan oleh Yesus kepada kita.  Ketika ada saudara seiman yang berdoa dan tidak memakai dalam nama Yesus, maka hendaknya kita yang sudah mengerti dapat memberitahukannya kepada mereka, mungkin karena mereka belum tahu.

Saksi-Saksi Kebangkitan Kristus

Oleh : Pdt. Theopilus Maupa', S.Th

Kebangkitan Tuhan Yesus disaksikan oleh lebih dari lima ratus orang pada satu waktu (I Kor 15:3-9) dan oleh orang-orang lain juga. Di dalam pengadilan, dua atau tiga orang saksi sudah cukup untuk mengesahkan sesuatu dan kesaksian orang sebanyak itu tidak dapat ditolak.
Suatu kesaksian akan lebih kuat kalau sifat orang memberi kesaksian itu baik. Kalau sifat dan sikap saksi itu jahat tentu kesaksiannya kurang dapat dipercaya. Tak ada orang dapat menyalahkan kehidupan Rasul-Rasul yang menyaksikan kebangkitanNya. Kesucian mereka sudah menarik hati beribu-ribu orang dan merka telah menjadi teladan yang baik bagi semua orang lebih dua ribu tahun. Seorang saksi biasanya diselidiki lebih dahulu, dan kalau memmang bermaksud baik tentu kesaksiannya lebih dapat dipercaya. Ada beberapa murid yang siap mati syahid karena kesaksian mereka tentang kebangkitan Yesus. Mustahil merka menyaksikan dusta bila kesaksian mereka mendatangkan kematian begi mereka.
Kesaksian dari penulis sejarah dunia membuktikan kebangkitan Tuhn Yesus. Ignatius, seorang penulis sejarah dunia yang terkenal, hidup pada waktu Tuhan Yesus berada di dunia dan juga seorang kristen yang mati syahid, berkata demikian: ”Kristus benar-benar mati dan benar-benar bangkit. Aku tahu bahwa sesudah kebangkitanNya, Ia tetap memiliki tubuh dan saya percaya Ia masih tetap begitu”. Dan ketika Yesus datang kepada murid-muridNya, Ia berkata: ”Rabahlah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya”. Tertulian, juga seorang penulis sejarah dunia yang termasyur telah menyaksikan kebenaran kebangkitan Tuhan, serta mengakui bahwa hal itu diketahui juga oleh kaisar Romawi. Kesaksian kedua penulis itu tidak dapat ditolak oleh siapapun juga. Kristus sungguh-sungguh telah bangkit.